Mungkin timbul pertanyaan: "Mengapa belum ada rilis film?" Jawabannya adalah Integritas Infrastruktur.
Banyak studio terburu-buru masuk ke produksi demi pembuktian eksistensi. Kami memilih jalan sunyi: membangun pondasi. Kami menghabiskan waktu untuk menyempurnakan fasilitas, menguji workflow teknologi, dan melatih SDM agar sesuai dengan standar global yang kami tetapkan.
Membangun Fondasi, Bukan Sekadar Tembok
Saat kami pertama kali merancang kompleks studio di Ciawi, kami tidak hanya memikirkan di mana kamera akan diletakkan. Kami memikirkan bagaimana data akan mengalir dari set ke ruang editing. Kami memikirkan akustik untuk perekaman suara yang murni. Kami memikirkan ruang istirahat kru, karena kesejahteraan mereka berdampak langsung pada kualitas akhir di layar.
"Kami tidak berlari sprint. Kami sedang bersiap untuk maraton—membangun library film yang akan relevan dekade demi dekade."
Eksplorasi yang Jujur
Melalui The Nusantara Heritage Series, kami ingin membuktikan bahwa cerita sejarah tidak harus kaku atau membosankan. Dengan teknologi XR Virtual Production, kami dapat menghidupkan kembali Batavia tahun 1700-an atau pelabuhan Makassar kuno dengan detail fotorealistik, memungkinkan aktor kami benar-benar "hidup" di masa lalu.
The Development Phase
Ini adalah investasi jangka panjang untuk martabat industri kreatif Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa ketika film pertama kami akhirnya tayang, ia berdiri tegak bukan karena hype sesaat, tetapi karena kualitas intrinsiknya yang tak terbantahkan.